Rabu, 20 Desember 2017

Gendang Beleq: Iringan Musik Nyongkolan


Gendang Beleq: Iringan Musik Nyongkolan




            Gendang beleq merupakan salah satu musik tradisional suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gendang beleq biasanya digunakan sebagai musik pengiring uapacara-upacara adat seperti Merariq (pernikahan) atau nyongkolan, sunatan (khitanan), Ngurisang (potong rambut bayi atau aqiqah) dan begawe beleq (upacara besar).Gendang Beleq dimainkan secara berkelompok dengan membentuk orkestra. Orkestra Gendang Beleq terdiri dari dua Gendang Beleq yang disebut mame (laki-laki) dan gendang nine (perempuan) yang berfungsi sebagai pembawa dinamika. Gendang beleq juga terdiri atas sebuah Gendang Kodeq (gendang kecil), perembak belek dan perembak kodeq sebagai alat ritmis, gong dan dua buah reog, yakni reog nine dan reog mame sebagai pembawa melodi. Pemain Gendang Beleq memainkan Gendang Beleq sambil menari. Pemain Gendang beleq terdiri dari 13 sampai 17 orang.
            Dalam acara nyongkolan, gendang beleq sangat dibutuhkan karena dapat memeriahkan acara nyongkolan tersebut. Masyarakat yang ikut nyongkolan juga akan semakin bergembira dan tidak merasa bosan atau lelah dengan adanya gendang beleq. Selain itu, gendang beleq memiliki keunikan, yaitu dapat menarik dan memikat perhatian masyarakat di sekitar. Gendang beleq memang sangat berpengaruh terhadapa acara nyongkolan karena dapat menambah nuansa keadatan dalam acara nyongkolan tersebut, sehingga masyarakat Sasak  akan semakin bangga dengan budaya dan adat Sasak yang selalu dikembangkan dan dilestarikan.
            Di beberapa wilayah, gendang beleq wajib dihadirkan dalam acara nyongkolan. Hal ini dikarenakan jika tidak ada gendang beleq, maka acara nyongkolan tidak akan berjalan lancara, tidak meriah, dan bahkan acara nyongkolanpun tidak dilaksanakan.


Tanggal pengambilan gambar: 05 November 2017
Ukuran/resolusi: gambar ini memiliki ukuran 694 KB dan resolusinya 2048 x 1232.
Objek: orang dan alat musik (gendang beleq)

16 komentar: